Inilah yang harus dilakukan jika cedera mata karena Sinar Ultra Violet

Inilah yang harus dilakukan jika cedera mata karena Sinar Ultra Violet – 9 Maret 2016 merupakan hari istimewa bagi kita orang Indonesia. Karena kita akan menikmati pagi yang unik dengan melihat gerhana matahari di beberapa daerah dan gerhana bulan sabit di beberapa daerah yang tersisa.

Peristiwa yang hanya terjadi sekali setiap 30 tahun dalam setahun bisa menjadi peluang emas untuk menikmati fenomena alam yang unik. Tapi, tentu saja, untuk menikmati keunikan gerhana matahari, Anda tetap harus hati-hati. Karena sinar UV yang merupakan bagian penting dari sinar matahari bisa menghasilkan efek yang cukup berbahaya untuk penglihatan.

Paparan sinar UV bisa menyebabkan luka pada mata yang sering disebut luka bakar kornea. Untuk luka ringan, Anda hanya bisa merasakan efek refleksi cahaya terang yang tak bisa dilewatkan, seperti melacak setiap arah tampilan. Biasanya, tanda cahaya ini akan hilang setelah 5 menit, maka akan mengubah matamu ke arah cahaya normal.

Namun, jika Anda mengalami luka bakar kornea parah, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan yang lebih serius. Itulah sebabnya beberapa astronom sangat menganjurkan agar Anda menggunakan Kacamata baca atau perantara khusus untuk melihat gerhana matahari atau bahwa Anda akan terancam oleh masalah serius cedera mata terhadap kebutaan.
Apa Penyebab Pembakaran Kornea dari Luka Bakar?

Secara umum, semua sumber cahaya dengan intensitas tinggi dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius. Bukan hanya sinar matahari, tapi juga lampu, lampu kilat kamera dan cahaya yang mempesona.

Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan lampu terang dan kebakaran besar, seperti pengrajin kaca, pengrajin besi dan tukang las juga memiliki risiko tinggi terpapar jenis luka pada mata karena komponen UV dari cahaya wajah setiap hari.

Dan khususnya dalam kasus gerhana matahari, diketahui bahwa intensitas sinar UV di bawah sinar matahari diblokir sebagian kuat, dan lebih memfokuskan sinar matahari daripada biasanya di pagi atau sore hari, sehingga bisa menjadi 2 -3 kali lebih menyakitkan pada mata dan bisa menyebabkan luka serius,

Pada dasarnya, luka itu terjadi karena sinar Ultra Violet jatuh pada iris, bagian berwarna mata sebenarnya pada kornea terlebih dahulu. Sifat kornea mirip dengan kulit namun memiliki kepekaan yang lebih tinggi. Efek sinar UV akan membakar permukaan kornea dan mengubahnya menjadi iritasi serius.

Ketika kondisi ini terjadi, kornea kehilangan kemampuannya untuk membantu iris mengendalikan jumlah cahaya di retina dan menyebabkan cahaya putih atau bayangan seperti yang terlihat pada setiap tampilan. Ada rasa sakit di mata, disertai kepekaan terhadap cahaya dan terkadang sedikit sakit.

Pada skala ringan, gejalanya bisa hilang setelah 5 menit. Bila dalam kondisi parah, iritasi akan membuat penglihatan kabur, mata akan terasa hangat seperti api, rasanya seperti melihat pemandangan yang terlihat kosong atau bahkan dalam kegelapan, di tempat teduh dan terkadang bisa panjang atau bahkan mencapai menjadi permanen. Kemungkinan keluhan penglihatan permanen bisa mencapai lebih dari 50% saat mata Anda terpapar sinar ultraviolet intensitas tinggi lebih dari 1 menit.

Untuk mata dengan luka jenis ini pada mata, langkah pertama yang harus Anda berikan adalah membalikkan mata ke area yang lebih gelap, dan jangan memaksakan agar mata Anda terlihat terlalu terpusat. Biarkan mata menyesuaikan diri dengan mengedipkan mata lagi beberapa kali. Air mata Anda akan bekerja untuk membantu memulihkan kondisi kornea Anda.

Namun, setelah lebih dari 3 menit, rasa dan efek wiski dari silau dan ghosting tidak pernah roboh, manjakan tetesi mata Anda dengan obat mata khusus anti-iritasi yang dijual bebas di pasaran. Tetes ini akan membantu mengatasi iritasi yang mungkin timbul pada kornea mata. Tutup mata Anda selama 1 menit untuk membantu proses perawatan.

Jika setelah 10 menit dan mata Anda masih panas, sakit, menyilaukan, sensitif, basah dan masih memiliki masalah penglihatan, sebaiknya segera menemui dokter mata terdekat. Penanganan cedera mata yang cepat karena efek sinar UV akan mencegah kebutaan lebih baik.

Dokter umumnya akan membantu mengatasi lesi mata dengan memberikan antibiotik oral untuk mengatasi iritasi dan memberikan terapi antiinflamasi oral pada tipe non steroid. Anti-inflamasi ibuprofen (Motrin, Advil) atau naproxen sodium (Anaprox) tidak hanya membantu meringankan rasa sakit, namun membantu mengatasi luka-luka yang terjadi.

Sidebar