Dukungan di Masjid Samarinda Kalimantan Timur

Dukungan di Masjid Samarinda Kalimantan Timur

Dukungan di Masjid Samarinda Kalimantan Timur

Musuh besar di dalam kamar adalah keberadaan semut kecil kecil yang entah dari mana datangnya dia bisa masuk ke dalam kamar ini. padahal hanya sebutir gula yang tercecer sisa aku makan makanan kemarin sore, tapi entah darimana dia bisa mencium itu dan mencari gula gula lainnya yang padahal aku tidak bisa melihatnya sama sekali. Keberadaannya sangat mengganggu konsentrasiku yang sedang focus mengeerjakan tugas akhir kuliah yaitu skripsi ku ini. aku sendiri memang tidak pernah keluar dari kamar ku karena harus focus selesai dalam waktu dekat tidak boleh tidak. Karena ini adalah tugas akhir aku menuju sebuah impian yang lebih besar. Mungkin aku keluar dari kamar setiap harinya ya hanya ke Masjid saja untuk kadang salat berjamaah, itu pun kadang kadang karena aku lagi sedang malas sekali melihat tumpukan buku dan panasnya computer di depanku. Aku tidak bisa membuat ini terus begini aku butuh hal hal baru agar otakku lebih fresh nantinya tanpa adanya kontaminasi dari banyak hal yang berbelit dari dalam otakku. Aku hanya ingin ini semuanya segera berakhir melihat computer dan tumpukan buku yang begitu banyak memang sangat melelahkan sekali. Belum lagi aku harus melakukannya ketika memang ada tugas lain dari dalam Masjid untuk mengajar mengaji anak anak TPQ di sana.

Aku memang biasanya setiap sore hari mengajar ngaji di TPQ yang tempat pengajarannya dilakukan di Masjid. Disana aku dapat mengenal banyak orang dengan berbagai karakteristik, belum lagi karakteristik anak anak yang terutama sedang tumbuh ke arah dewasa. Hiiburan itu memang cukup menyenangkan, karena ini adalah hiburan yang bisa aku lakukan agar tidak terpaku dalam pikiran penyelesaian tugas akhir kuliahku yaitu skripsiku. Aku sudah tidak akan lagi menjadikannya sebuah beban tapi sebuah hiburan dari dalam diriku. Makanya ketika di dalam Masjid aku akan selalu tersenyum, hatiku terbuka untuk mengungkapkan isi hati yang terpaku untuk menyelesaikan skripsiku. Apalagi ini adalah fokusku untuk diminta segera menyelesaikannya. Aku adalah anak gembala yang selalu riang serta gembira. Itu lagu waktu aku masih SD ketika mengikuti acara pramuka, dari lagu itu aku memperoleh inspirasi agar aku tidak stress menghadapi skripsiku. Jangan sampai aku terlalu memaku diriku untuk memikirkan hal itu, makanya ketika di dalam Masjid bersama anak anak yang sedang belajar membaca Al Quran aku selalu riang, sangat senang memang memiliki mereka. Apalagi dari mereka biasanya akan keluar ide ide kreatif yang membuatku memiliki banyak kosa kata untuk menuliskannya di dalam catatan buku yang aku hadapi tidak pernah berhenti ini yang namanya adalah skripsi.

Sidebar